Pesona Puncak Harapan di Pulau Sanghiang
Hey guys, kembali lagi bersama
saya anak kosan yang hoby ngetrip kemana ajah yang penting jadi haa. Kali ini
saya mau cerita nih, menurut saya tempat yang satu ini cocok banget buat yang
suka foto-foto gitu. Pokoknya nyesel dah kalau ke tempat nih nggak bawa kamera
yang canggih seperti DSLR dan lain-lain, soalnya viewnya nggak nahan mirip
kalau ketemu cewek cakep terus dia nyampa sambil senyum jadi ada manis-manisnya
gitu.
Oke
langsung ajeh, minggu kemarin saya dan beberapa rombongan dari Pandeglang,
Jakarta dan Serang jelong-jelong ke Pulau Sanghiang, Anyer, Kabupaten Serang.
Memang Banten itu bener-bener tempat wisata yang menajubkan kalau kita
terlusuri selama saya tinggal di Serang selama dua tahun ini sudah beberapa
tempat wisata yang hits dan popular di Banten. Saya pun berfikir mungkin kalau
Banten ditingkatkan tempat wisatanya bakalan menjadi terkenal di seluruh
Indonesia, oke lupakan hayalan itu.
Kembali
ke cerita, waktu itu saya berangkat dari Serang menuju pelabuhan anyer sekira
08.00 sampai di Pelabuhan Anyer. Untuk sampai
ke Pulau Sanghiang kita harus menyebrangin lewat Pelabuhan Anyer. Upps
lupa, biayai untuk sampai kesana terbilang murah ko hanya mengeluarkan uang
sebesar Rp 200 perorang, fasilitas yang disediakan seperti makan, snorkeling,
dan homestay. Untuk menuju Pelabuhan Anyer kalau dari Serang bisa lewati jalan
Kota Cilegon atau Mancak. Nah, kalau kamu dari arah Jakarta dan sekitarnya bisa
melewati jalan tol lalu keluar tol Serang Timur dari situ menuju Pelabuhan
Anyer tepatnya deket Pasar Anyer, yupss.
Nah,
siap-siap nih yang suka mabok laut siapkan antimo mencegah agar tidak mabok.
Ketika menaiki kapal yang berwarna hijau gelap hati saya tak sabar berjumpa
dengan pulau yang katanya indah mirip di kepulauan Kalimatan itu, mudah-mudahan
viewnya nggak zonk, gumam dalam hati saya. Suara mesin kapal yang ku naiki
mulai bergerak perlahan-lahan meninggalkan Pelabuhan Anyer, matahari pagi yang
cerah menyinari kapal yang berwana hijau ini. Air laut yang biru tertiup angin
menambah larut dalam kenyaman perjalanan menuju Pulau Sanghiang, untuk sampai
ke sana menempuh waktu 1 jam lumayan lama enkanya memang sambil tidur menikmati
hembusan ombak walapun gemuru mesin yang begitu keras.
Sejam
berlalu Pulau seluas 528, 15 Ha, ini mulai kelihatan di kejauhan walapun
tertutup kabut yang sedikit menganggu penglihatan. Pertama kita snorkeling di pinggir
Pulau Sanghiang kedalaman 4 meter woow. Sumpah, airnya bagus banget sampai
terumbu karang yang ada di dalam laut kelihatan. Wah bener nih, tempatnya emang
kaya mengasikan buat snorkeling. Yah, walapun saya nggak ikut tapi merasakan
saja dari kejauhan soalnya, ketika tanya sama gauidenya kedalaman laut untuk
snorkelingnya sekira 4 Meter. Wow, sayapun kaget dikira pendek ternyata
dalamnya cukup mengugah hati saya, akhirnya saya cukup melihat teman-teman yang
snorkeling walapun dalam hati kayanya rugi kalau enggak snorkeling tapi katanya
ada dua tempat yang kedua katanya pendek bisa snorkeling.
Yah
saya putuskan tempat yang kedua bakal snorkeling biar nggak rugi. Sekalian
menikmati air laut yang biru dihiasi dengan terumbu karangnya, yang memanjakan
mata ketika melihat keindahan alam bawah laut Pulau Sanghiang. Matahari yang
mulai terus menjulang keatas panasnya membuat perut saya bernyanyi, kitapun
mensudahi senorkling di tempat pertama. Berlanjut ke Home stay untuk
beristirahat sejenak setelah tadi terombang-ambing oleh air laut. Ketika hendak
menuju homestay kita dibawa melewati tumbuahan mangrove di sepanjang jalan
menuju tempat bersandingnya kapal, sungguh luar biasa pemandangan yang
terlihat.
Akhirnya
kapal yang saya tumpangin sampai ke tempat tujuan, kita disambut oleh warga
yang tinggal disekitar Pulau Sanghiang yang dihuni sebanyak 63 kepala keluarga
(di kutip dari Koran Radar Banten edisi Kamis 19 November 2015). Panas yang
mulai membakar kulit kita berangkat berjalan kaki menuju tempat istirahat
sekira 10 menit. Saya kira Pulau Sanghiang ini tak berpenghuni ternyata banyak
warga yang tinggal di sekitar pulau tersebut. Lalu sampailah kita ke tempat
istirahat sambil memakan sesuap nasi berisikan lauk ayam, yang dapat mengisi
kekosan hati ini *eh, maksudnya mengisi kekosongan perut ini. Canda dan tawan pun bertebaran disela-sela makan
siang kita, serasa hilang terhanyut dengan candaan.
Sehabis
makan, terdengar suara ombak di depan Home stay tempat kita istirahat setelah
dilihat ternyata suara tersebut berada di depan padangan saya sekitar beberapa
meter dari tempat istirahat saya. Serasa air lautnya memajakan sekali, sayapun
terbawa ingin melihat laut berwana biru itu. Ternyata saat menginjakan kaki
saya di bibir pantai mata saya tak berkedip saking indahnya hamparan alam yang
sangat mengagumkan pokoknya mah, rekomend banget bagi anda yang seneng trip
sama selfia yang bermoment. Tak menunggu lama saya langsung bermanja ria sama
air laut dan terumbu karang, untuk kali ini saya memberanikan diri soalnya
kapan lagi dah!, walapun lutut sama kaki menjadi kenangan yang membekas akibat tergores
tajamnya karang yang berhamparan.
Tidak
berlama-lama berenang baru kita lanjut tracking menuju goa kalong dan puncak harapan, yang katanya si
indah banget. Waduh kalau begini caranya bikin semangat ajah, untuk sampai
kedua tempat tersebut kita harus berjalan sekira setengah jam perjalanan untuk
sampa ke sana. Diperjalanan kita melewati rawa-rawa gitu, soalnya banyak lubang
besar katanya bekas kepiting capit besar. Wow banget, turun dan tanjakan kita
lalui, kaya bagi anda yang suka trip jangan lupa olahraga selalu. Akhirnya kita
sampai di goa kalong yang memang banyak banget kalongnya, bau tainya sangat
menyengat kehidung saya goa yang berukuran antara 3-5 meter diisi ribuan ekor
kalong. Karena tak tahan dengan baunya yang sangat menyengat.
Lanjut
menuju tempat selanjutnya ke tebing dan kita harus menaik tanjakan yang lumayan
tinggi tapi tenang untuk sampai ke tebing ada tali yang sudah disediakna oleh
warga jadi jangan takut. lagi-lagi mata saya dimanjakan dengan pemandangan yang
sangat luar biasa subhanallah banget pokoknya. Sulit di jelasin dengan kata-kata mendingan ngeliat
langsung dah, benar-benar pemandangan yang sangat luar biasa. Apalagi ketika sudah sampai di puncak harapan
sungguh luar biasa pemandangannya terlihat hamparan laut biru dan bibir pantai
yang menghiasi. Ditambah sunrise di atas puncak harpan sangat moment yang
ditunggu-tunggu tak habis-habisnya foto untuk mengabadikan moment. Kapan lagi
bisa kesini! Sungguh menakjubkan saya baru percaya Banten punya tempat-tempat
yang sangat luar biasa. Karena matahri kian tenggelam waktunya kita sayonara,
padahal masih betah meratapi keindahan alam yang sangat luar biasa ini dan kali
pertama saya melihat pemandangan dari atas laut. Akhirnya harus mengakhiri
perjalanan saya dan kawan-kawan.
1 komentar
mantap
BalasHapus