Rawa Danau Indah
Hay sob, hari minggu ini bakal liburan kemanan nie ? sama siapa nie ? pertanya tersebut yang sering terbesit dalam pikiran kita, soalnya hari minggu itu identik dengan namanya liburan walaupun hanya segelintir orang saja yangmenikmatinya. Entah itu berwisata ke pantai, gunung, atau tempat yan glainnya terutama bagi kaum remaja yang sangat menggemari liburan apalagi di temani sang kekasih hee…
Nah
sob, saya mau sedikit cerita ini salah satu tempat yang menurut saya indah
pesonanya, pemandanganya pokoknya mah ayee. Itu cuman ada dibanten beruntung
sekali saya dilahirkan di provinsi banten yang penduduk tercatat pada tahun 2014
sebanyak 2,045 penduduk. Selain itu juga mempunyai berbagai suku dan pesona
alamnya, mata saya mendelik kalau menatap kata pesona alamnya. Ini yang bakal sedikitnya saya ceritakan.
- Tatapan Pertama Bentuknya
Pasti orang serang tahu daerah mancak, kalau
nggak tahu kayanya kurang afdol jadi orang serang, Kalau belum tahu di kasih
tau nie ? daerah mancak adalah sebuah kecamatan di serang, provinsi banten yang
secara geografis termasuk pengembangan dari serang barat dengan luas wilayah
72, 03 km (7403 ha) terletak 250m di atas laut
disana rata curah hujan rata-rata 0,50 mm pertahun dengan jarak tempuh
kyrang dari 30 KM dari ibu kota kabupaten dan ibu kota provinsi dan sekarang
mempunyai 14 desa.
Nah
ini dia list wisata daerah mancak yang terkenal di provinsi banten yaitu lembah
bukit hijau, sumber air panas di desa cikeduang, tapak kabayan di desa ciwarna.
Salah satu wisata tersebut mata saya tertuju di lembah bukit hijau atau orang
serang biasa bilang panujauan. Karena tatapan pertamanya itu loh, yang membuat
hati terpanah haa.. walaupun saya sering lewat panujauan tetapit belum pernah
saya tapakan kaki ke dalamnya hanya bisa menatapi saja. Pada tanggal 19 april
2015 saya menapaki kaki di lembah bukit hijau. Waktu itu habis mendatangi salah
satu desa tepatnya di bale kencana, kabupaten mancak dalam rangka perpustakaan
keliling yang diselenggarakan oleh anggota kuliah kerja nayata (KKN) setelah
pulang dari situ pas banget bakal ngelewati lembah bukit hijau, saya
ditemani tiga orang sahabat saya mirip
kaya tukang tahu bulat wakwaw.
“Wih,
nal kayanya enak nie kalau sekalian mampir ke lembah bukit hijau,” dengan nada
ngerayu. Soalnya si zaenal ini sebagai tukang supirnya maka dari itu minta
persetujuannya. Lalu dia jawab “hmmm, gimana yah tapi kalau kesana harus ada WC
gak,” raut wajah seperti nahan sesuatu.
“ada
sesuatu dengan WC,” dalam hati dengan alis mengkerut. Usut punya usut ternyata
si zaenal ini lagi sakit perut.
Nyambung
haidaro salah satu anggota tahu bolat “tenang ajah disono banyak wC,” dengan santainya.
Setelah itu tanpa pikir panjang naikin gigi satu langsung tancap gas kaya film
fast and farious 7 bedanya kalau versi saya duduknya di tumpuk di depan.
Selang
berapa menit ternyata tempat yang diidampkan bakal di nikmati, yah. Nggak butuh
lama langsung sampai di tempat tujuannya. Langsung ajah parkirin mobil di
pinggir jalan tempat lembah bukit hijau tersebut setelah sampai dan buka pintu
mobil.
“subahanallah,”
ngomong dalam hati dengan mengheluskan dada.
Sumpah pemandanganya
itu loh indah banget ada gunung salah satunya gunung karang yang saya tahu dan
yang lebih indahnya itu rawa danaunya indah banget soalnya rawanya ada diantara bukit dan
pegunungan. Usut punya usut asal mula
rawa danau ini menurut orang peribumi ceritanya hampir mirip dengan sangkuring sama
nyiratih tetapi beda nama saja, kalau versi dari orang peribumi namanya syeh
maidin dan anaknya nyi artati, Entah itu bener atau tidak hanya Allah yang tahu,
Selain itu banyak binatang yang dilindungi.
Wisata lembah bukit hijau ini nggak perlu
ngeluarin uang berjuta-juta, wisata ini gratis siapa saja boleh masuk asal
jangan sampai mengotori atau dipakai tempat yang tidak benar, murah bangetken. Ketika
pas masuk ke dalam lembah bukitnya langsung ajah berpose bak artis top, soalnya
moment yang ditunggu-tunggu walapun bisa kapan ajah bisa kesitu, dengan
ditemani snack telor gabus yang saya beli seharaga lima ribu rupiah, beeh
nikmat pokoknya. Selang beberpa menit sang sopir ingin beranjak pulang.
“uyy, balik lah
perut gue lagi nggak bener nie,”sambil elus perut.
“sabarlah
lagi PWE nie,” teriak haidaroh.
Walapun
hanya sebentar menikmati pemandangan indah yang terpenting bikin hati seneng
ajah, kapan-kapan bisa mampir lagi ke lembah bukit hijau. Setelah itu langsung
pulang ke temapat masing-masing.

0 komentar